Menu

Beberapa Isu Tak Sedap Tentang IKN yang Ditepis Otorita

Azhar 8 Feb 2025, 07:42
Penampakan Ibu Kota Negara (IKN). Sumber: tempo.co
Penampakan Ibu Kota Negara (IKN). Sumber: tempo.co

RIAU24.COM - Juru Bicara OIKN sekaligus Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw membantah seluruh kabar miring tentang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Menurutnya, program pembangunan IKN tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dikutip dari detik.com, Sabtu 8 Februari 2025.

"Program pembangunan IKN tahap dua (tahun 2025-2029) ditujukan untuk menyiapkan sarana dan prasarana dengan target menjadikan Nusantara sebagai Ibu Kota Politik Republik Indonesia pada 2028," sebutnya.

Program pembangunan IKN tahap kedua akan difokuskan untuk membangun ekosistem yudisial dan legislatif serta infrastruktur pendukung lainnya.

Untuk rinciannya, pemerintah menetapkan kebutuhan anggaran untuk pembangunan IKN tahap kedua dengan skema pembiayaan yang mencakup dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp48,8 triliun, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp60,93 triliun.

Lalu investasi swasta yang hingga Februari 2025 diproyeksikan telah mencapai Rp6,49 triliun.

Dia juga mengomentari informasi yang mengatakan para pekerja akan dimobilisasi ke daerah masing-masing.

Tory membantah adanya informasi yang mengatakan para pekerja akan dimobilisasi ke daerah masing-masing.

"Tidak benar ada info bahwa para pekerja akan dimobilisasi ke daerah masing-masing," ujarnya.