Menu

Lisa Mariana Ngaku Dpaat Aliran Dana dari Ridwan Kamil untuk Biaya Hidup Anak 

Zuratul 23 Aug 2025, 15:52
Lisa Mariana Ngaku Dpaat Aliran Dana dari Ridwan Kamil untuk Biaya Hidup Anak. (Tangkapan Layar CNNIndonesia)
Lisa Mariana Ngaku Dpaat Aliran Dana dari Ridwan Kamil untuk Biaya Hidup Anak. (Tangkapan Layar CNNIndonesia)

RIAU24.COM Lisa Mariana mengaku mendapatkan aliran dana dari Ridwan Kamil

Pengakuan itu disampaikan setelah memberikan keterangan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB, Jumat (22/8).

Namun, ia menyatakan tidak bisa mengungkapkan detail jumlah atau waktu aliran dana yang diterima dari Ridwan Kamil. Ia hanya mengatakan uang yang diterima dipakai untuk kebutuhan anak.

"Ya kan buat anak saya," tutur Lisa Mariana di Gedung KPK, Jumat (22/8). "Saya enggak bisa sebut nominalnya."

Jhon Boy Nababan selaku kuasa hukum kemudian menjelaskan bahwa permintaan keterangan oleh KPK terhadap Lisa Mariana bakal lanjut. Mereka mengaku siap kooperatif dan menantikan jadwal panggilan selanjutnya.

Pada waktu bersamaan, ia memastikan bersama kliennya bakal mengumpulkan bukti terkait aliran dana yang diterima Lisa Mariana dari Ridwan Kamil.

"Kami kan nanti masih harus mengumpulkan bukti-bukti, makanya nanti kami menunggu panggilan selanjutnya untuk menyerahkan bukti-bukti di KPK," kata Jhon Boy Nababan.

"Masalah nanti aliran dana atau teknis dan lainnya, saya rasa KPK yang lebih berhak berbicara."

Lisa Mariana sebelumnya sudah mengaku pernah mendapatkan dana dari Ridwan Kamil. Ia mengklaim dana itu didapat ketika berhubungan dengan mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.

Saat menjadi bintang tamu Pagi Pagi Ambyar pada Kamis (21/8), ia mengaku tidak pernah kepikiran dana yang diterima berkaitan dengan dugaan korupsi.

"Dia [Ridwan Kamil] kan dulu berhubungan, pacaran, transfer transfer gitu. Ada suratnya ada. Karena aku belum datang, kenapa dipanggil KPK aku enggak tahu," kata Lisa Mariana dalam Pagi Pagi Ambyar, Kamis (21/8).

"Uang cash pernah, transfer beberapa kali. Aku berani jamin aset enggak ada," ia membeberkan. "Dulu kan mikirnya pejabat uangnya banyak gitu, enggak kepikiran ada dugaan korupsi."

(***)