Menu

Israel Memperingatkan Agar Tidak Mengakui Palestina di Tengah Perang Gaza

Amastya 8 Sep 2025, 13:58
Israel mengintensifkan aksi di Gaza/ AFP
Israel mengintensifkan aksi di Gaza/ AFP

RIAU24.COM - Di tengah rencana pengambilalihan Gaza oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar pada hari Minggu (7 September) mengatakan bahwa perang yang sedang berlangsung dapat berakhir jika Hamas membebaskan semua sandera dan menyerahkan senjata.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Hamas menegaskan kembali posisinya yang telah lama berlaku bahwa mereka akan membebaskan semua sandera jika Israel setuju untuk mengakhiri perang.

Saar berbicara dalam konferensi pers dengan mitranya dari Denmark di Yerusalem.

Ia memperingatkan Prancis, Kanada, dan negara-negara lain atas keputusan mereka untuk mengakui Palestina dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) mendatang di New York, dan mengatakan bahwa hal itu dapat membahayakan negosiasi.

Sementara itu, Netanyahu pada hari Minggu mengatakan bahwa Israel sedang memperdalam operasinya di dalam dan sekitar Kota Gaza.

"Kami akan dengan senang hati mencapai tujuan ini dengan cara-cara politik," ujar Saar dalam konferensi pers di Yerusalem.

Halaman: 12Lihat Semua