Negara Ini Sadap Massal Warganya Pakai Teknologi China dan Barat
RIAU24.COM - Amnesty International menuding Pakistan memata-matai jutaan warganya melalui sistem penyadapan telepon dan firewall internet yang mampu menyensor media sosial.
Temuan ini disebut sebagai salah satu bentuk pengawasan negara paling komprehensif di luar China.
Dalam laporan yang dirilis Selasa (9/9), Amnesty menyebut badan intelijen Pakistan dapat memantau sedikitnya 4 juta ponsel sekaligus lewat Lawful Interception Management System (LIMS).
Di saat yang sama, firewall bernama WMS 2.0 mampu memblokir hingga 2 juta sesi internet aktif secara bersamaan.
"Pengawasan massal menciptakan efek menakutkan di masyarakat, membuat orang enggan menggunakan hak mereka, baik daring maupun luring," tulis Amnesty dalam laporannya, seperti dikutip Reuters.
Amnesty juga menyinggung peran pemasok asing, termasuk perusahaan China Geedge Networks sebagai penyedia firewall, serta teknologi dari Jerman, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Temuan tersebut didukung dokumen teknis, data perdagangan, hingga arsip kontrak lisensi.