Menu

Tiongkok Kecam Kenaikan Tarif di Sidang Umum PBB, Sebut Kembalinya Mentalitas Perang Dingin

Amastya 27 Sep 2025, 16:19
Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB di New York City pada 26 September 2025 /AFP
Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB di New York City pada 26 September 2025 /AFP

Selama setahun terakhir, Trump telah berulang kali menggunakan tarif sebagai alat utama untuk menekan negara-negara, termasuk Tiongkok.

"Salah satu penyebab utama kelesuan ekonomi global saat ini adalah meningkatnya langkah-langkah unilateral dan proteksionis seperti kenaikan tarif dan pembangunan tembok serta penghalang," ujar Li.

"Kita harus berkolaborasi lebih erat untuk mengidentifikasi dan memperluas konvergensi kepentingan, mendorong globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat bagi semua, serta saling membantu untuk mencapai kesuksesan dengan bergerak maju ke arah yang sama," jelasnya.

Tiongkok “berharap untuk bekerja sama dengan seluruh dunia untuk menegakkan cita-cita PBB,” tambah Li.

Li menambahkan bahwa Tiongkok selalu menjadi pembela setia perdamaian dan keamanan dunia dan akan terus melakukannya.

"Tiongkok telah bekerja aktif untuk mendorong perundingan damai mengenai isu-isu panas seperti krisis Ukraina dan konflik Palestina-Israel," ujarnya.

Halaman: 123Lihat Semua