Terancam Penjara, Netanyahu Kini Disidang di Tel Aviv usai Perang Gaza
RIAU24.COM - Gencatan senjata di Gaza membawa babak baru bagi pengadilan korupsi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Persidangan yang sempat tertunda itu kini kembali digelar di Tel Aviv, Rabu (16/10).
Persidangan sebenarnya sudah berlangsung sejak Mei 2020 dan sempat membuat ribuan warga Israel berdemo meminta Netanyahu mundur. Namun perang Gaza membuat perhatian warga terbelah.
Mengutip AFP Kamis (16/10), di persidangan Netanyahu terlihat tersenyum saat ia dan rombongannya- yang terdiri dari beberapa menteri dari partai konservatif Likud dicemooh oleh para pengunjuk rasa.
"Ini terjadi dalam perjalanan ke pengadilan," tulis laman itu.
Netanyahu sebenarnya menghadapi tiga kasus korupsi terpisah yang diajukan sejak 2019. Kasus 1000, Kasus 2000, dan Kasus 4000, yang mencakup tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.
Dalam kasus 1000 atau dikenal sebagai Gift Affair, Netanyahu dan istrinya, Sara, dituduh menerima barang-barang mewah senilai lebih dari US$260.000, dari produser film Hollywood asal Israel, Arnon Milchan dan miliarder Australia, James Packer. Termasuk sampanye, cerutu, dan perhiasan, dari para miliarder dengan imbalan bantuan politik.