Menu

Demokrasi Indonesia Kuat saat Pemungutan Suara, Lalu Melemah Setelah Pemilu Berakhir

Azhar 20 Jan 2026, 22:27
Ilustrasi demokrasi. Sumber: YouTube
Ilustrasi demokrasi. Sumber: YouTube

RIAU24.COM - Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Hurriyah menyebut pengawasan demokrasi di Indonesia bisa dikatakan musiman. 

Alasannya, pengawasan menguat saat tahapan kampanye dan pemungutan suara, namun melemah drastis setelah Pemilu selesai, dikutip dari rmol.id, Selasa, 20 Januari 2026.

Padahal, esensi demokrasi adalah pengawasan yang dilakukan secara terus-menerus.

"Esensi demokrasi adalah pengawasan terus-menerus atas praktik kekuasaan, termasuk memantau realisasi janji, memantau bagaimana proses legislasi dilakukan," ujarnya.

Mwnurutnya, tanpa pengawasan berkelanjutan, demokrasi akan jatuh hanya pada tataran prosedural. Menurutnya, selama ini negara cenderung sibuk mengganti desain sistem Pemilu tanpa menyentuh akar persoalan demokrasi itu sendiri.

“Kita hanya memilah desain sistem Pemilu mana yang enak. Oh ini ketika kemudian kita merasa ini gagal atau sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan kita, lalu kita ganti," kata Hurriyah.

Dalam praktik Pemilu dengan sistem proporsional terbuka, dia juga  menyoroti munculnya fenomena otoritarian nostalgia, yakni kerinduan terhadap masa otoriter yang dimitoskan sebagai periode stabil, makmur, dan tertib.