Menu

Pemerintah Pilih Kasih, Lupakan Guru Madrasah Swasta Lalu Angkat petugas SPPG Menjadi ASN

Azhar 26 Jan 2026, 22:30
Guru Madrasah. Sumber: Berita Cikarang
Guru Madrasah. Sumber: Berita Cikarang

RIAU24.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina menyebut pemerintah pilih kasih terhadap guru madrasah.

Tudingan ini usai mendengar rencana pengangkatan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), dikutip dari inilah.com, Senin, 26 Januari 2026.

Padahal guru madrasah garda terdepan pencerdasan bangsa yang bekerja dalam sunyi. 

Mayoritas dari mereka mengabdi di atas tanah wakaf dan dikelola swadaya oleh masyarakat dengan dukungan negara yang sangat minim.

"Negara menikmati hasilnya, jutaan anak bangsa dididik, karakter dibangun, nilai keagamaan dijaga. Tapi, ketika bicara keadilan kepegawaian, guru madrasah selalu berada di barisan terakhir," ujarnya.

Dia mempertanyakan kekuatan negara yang mampu menggelontorkan anggaran ratusan triliun untuk program baru, namun mata pemerintah tertutup pada realitas guru madrasah.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap guru madrasah yang hidup dengan honor Rp200.000–Rp300.000 per bulan, bahkan ada yang lebih rendah," sesalnya.

Hal ini diperparah dengan ketidakadilan dalam sistem seleksi pegawai.