Ketika Algoritma Bertemu Intuisi Insinyur: Kisah PHR Mengelola Defisit Energi di Blok Rokan
Dedikasi Senyap, Resiliensi Kelas Dunia
Incident Commander (IC) IMT, Endah Rumbiyanti, menegaskan bahwa apa yang terjadi di Blok Rokan awal tahun ini membuktikan ketahanan energi tidak hanya dibangun di atas mesin-mesin canggih, tapi juga di atas kompetensi sumber daya manusianya.
"Kemampuan para insinyur PHR dalam melakukan manuver beban (load shedding) berbasis data, dan bergelut dengan dinamika kondisi pasokan gas serta memastikan tetap memberikan lifting membuktikan bahwa Rokan dikelola oleh tangan-tangan yang paham betul apa yang mereka pertaruhkan," ujar Rumbi.
Bagi orang awam, grafik produksi mungkin terlihat sekadar angka. Namun bagi para insinyur di WK Rokan, angka 7.265 sumur yang tetap hidup itu adalah bukti kemenangan strategi. Sebuah dedikasi senyap untuk memastikan bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun, kontribusi Rokan untuk APBN—untuk Merah Putih—tetap terjaga seoptimal mungkin.
Kini, seiring pulihnya pasokan gas, strategi defensif itu telah berubah menjadi agresif. PHR tengah melakukan ramp-up cepat, membuktikan bahwa raksasa energi ini tidak hanya kuat menerima pukulan, tapi juga cepat untuk bangkit kembali.
(***)