Lapas Bengkalis Sukses Tetaskan 200 Ekor Anak Ayam Secara Mandiri
Hingga saat ini, siklus penetasan di pembinaan kemandirian peternakan Lapas Bengkalis telah mampu menghasilkan setidaknya 200 ekor anak ayam per siklus.
Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan kandang internal, hasil produksi ini memiliki potensi besar untuk didistribusikan ke pasar lokal maupun mitra binaan di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Dengan keberhasilan ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis membuktikan bahwa di balik tembok hunian, terdapat produktivitas yang berdampak besar bagi ketahanan pangan daerah dan transformasi pemasyarakatan yang lebih bermartabat.
"Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga binaan untuk terus berinovasi dan mengasah potensi diri di bidang agribisnis," ungkapnya.
Melalui pendampingan teknis yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Bengkalis berkomitmen untuk mencetak lulusan pembinaan yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat setelah masa pidananya berakhir.
Dengan sinergi antara teknologi inkubasi dan semangat kerja yang tinggi, program peternakan ini diproyeksikan akan terus berkembang dan berkelanjutan.