Tradisi Ramadan Siak, Lomba Letup Meriam Buluh Kembali Menggema di Pasar Seni
Sementara itu, Ketua Pelaksana dari Dewan Kesenian Siak (DKS) Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa Lomba Letup Meriam Buluh tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga dan diikuti oleh 56 peserta.
“Alhamdulillah meskipun cuaca agak gerimis, lomba letup meriam buluh dan semarak lampu colok InsyaAllah tetap dapat dilaksanakan. Kami juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, pemerintah daerah dan beberapa sponsorship,” kata Zulkarnain yang akrab disapa Wak Jul.
Ia menjelaskan bahwa lomba digelar selama dua hari, mulai 14 hingga 15 Maret 2026. Hari pertama dilaksanakan babak penyisihan, kemudian dilanjutkan semifinal dan final pada hari kedua hingga menyisakan 10 peserta terbaik.
Dewan juri lomba, Susanto dari DKS, menjelaskan bahwa penilaian lomba menitikberatkan pada keaslian bahan serta kualitas suara letupan yang dihasilkan.
“Meriam yang digunakan harus dari buluh alami tanpa menggunakan karbit. Setiap peserta diberikan tiga kali kesempatan letupan dan yang dinilai adalah kekuatan serta tinggi suara yang dihasilkan,” jelasnya.
Para pemenang lomba akan mendapatkan uang pembinaan dan trofi dengan rincian Juara I sebesar Rp1.250.000, Juara II Rp1.000.000, Juara III Rp750.000, Harapan I Rp500.000, Harapan II Rp400.000, dan Harapan III Rp300.000. Selain itu, peserta yang masuk 10 besar juga memperoleh uang tunai masing-masing Rp200.000 serta berbagai hadiah tambahan seperti voucher makan gratis dan hampers Lebaran dari sponsor.