Survei UI : Hampir Setengah dari Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Memburuk
Tekanan harga terbaru sebagian besar didorong oleh kenaikan biaya pangan.
Temuan ini konsisten dengan survei sebelumnya yang dilakukan pada Oktober 2024 dan Maret 2025, menunjukkan bahwa kekhawatiran para ekonom tentang kinerja ekonomi Indonesia telah berlanjut di tiga survei berturut-turut selama 18 bulan terakhir.
Rahma Gafmi mengatakan para ekonom melihat kendala serius dalam mesin pertumbuhan Indonesia.
Kenaikan harga pangan dan biaya energi global telah mulai mengikis daya beli rumah tangga, katanya.
Pada saat yang sama, pasar tenaga kerja yang semakin ketat telah memperlambat pertumbuhan upah dan ekspansi pendapatan rumah tangga.
“Ada sinyal bahwa pemerintah ingin meminimalkan peran sektor swasta, yang dapat memperburuk iklim bisnis dan berpotensi menghambat ekspansi investasi,” kata Rahma pada hari Minggu.