Menu

Menuju Parpol Independen dan Bebas Intervensi

Azhar 28 Mar 2026, 18:13
Ilustrasi bendera partai politik. Sumber: Internet
Ilustrasi bendera partai politik. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Pendiri Perludem Titi Anggraini menyampaikan pandangan tentang upaya yang dapat dilakukan partai politik agar independen dan terhindar dari intervensi. 

Masukan ini berkaca dari fenomena adanya intervensi terhadap partai politik, baik dari internal partai maupun eksternal partai, dikutip dari detik.com, Sabtu, 28 Maret 2026.

Dia mencontohkan terjadinya dualisme Golkar pada 2015.

"Misalnya melihat dualisme Golkar pada 2015, lalu juga PPP, itu tidak lepas dari bagaimana campur tangan berkedok administrasi pemerintahan, berkedok formalisasi kepengurusan, itu akhirnya mempengaruhi eksistensi partai politik," ujarnya.

"Ya susah ya mau independen kalau misalnya eksistensi hukum partai kemudian rentan digoyang oleh selera kekuasaan," sebutnya.

Menurutnya, partai harus steril dari kemunculan pihak yang datang tak melalui rekruitmen dan kaderisasi partai. 

"Partai politik itu harus steril. Dan yakinlah partai politik itu bisa kuat, bisa stabil, bisa mantap, adalah hanya dengan dua model itu. rekrutmen dan kaderisasi," ujarnya.

"Partai politik itu bukan rental mobil yang setiap saat bisa dibeli, bisa disewa untuk kepentingan pemilu, setelah itu ditinggalkan. Efeknya apa? Partai politik bisa babak belur dan shut down. Nah itu yang harus dihindari. Dan ini saya kira berlaku kepada partai politik manapun," tutupnya.