Menu

Masalah Serius Industri Plastik Jika Tinggalkan Timur Tengah

Azhar 3 Apr 2026, 21:56
Industri plastik. Sumber: Internet
Industri plastik. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Sekretaris Jenderal Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) Fajar Budiono membeberkan masalah serius jika pelaku industri petrokimia dalam negeri mencari alternatif pasokan bahan baku plastik di tengah terganggunya suplai dari Timur Tengah.

"Kita sudah mulai mencari alternatif pasokan untuk bahan baku tersebut sehingga ada beberapa yang sudah mulai, ada titik terang lah mendapatkan pasokan selain dari Middle East," ujarnya dikutip dari rmol.id, Jumat, 3 April 2026.

Upaya tersebut memiliki tantangan karena waktu pengiriman yang jauh lebih panjang.

"Kalau dari Middle East hanya 10-15 hari, kalau dari luar Middle East bisa paling cepat 50 hari," sebutnya.

Kondisi ini juga terjadi secara global, di mana negara-negara produsen lebih memprioritaskan kebutuhan domestik sehingga pasokan di pasar internasional terasa terbatas.

"Dan ini seluruh negara juga melakukan hal yang sama. Mereka sekarang melakukan pengamanan untuk mensuplai local demand dulu sehingga seolah-olah barang di pasaran tidak ada," ujarnya.

Halaman: 12Lihat Semua