Siaga Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi
Jatmiko menjelaskan, kekeringan berkepanjangan dapat memicu berbagai risiko, mulai dari gangguan pertumbuhan tanaman hingga penurunan produksi dan rendemen.
“Kemarau panjang berpotensi menimbulkan efek domino, seperti stres air pada tanaman, peningkatan serangan hama, hingga penurunan hasil produksi,” paparnya.
Perhatian khusus diberikan pada tanaman belum menghasilkan (TBM) yang lebih rentan terhadap kekurangan air karena sistem perakaran yang belum berkembang optimal.
Selain itu, perubahan kondisi lingkungan akibat kekeringan juga berpotensi meningkatkan populasi hama, seperti hewan pengerat dan serangga, yang mencari sumber makanan baru di area perkebunan.
Untuk itu, perusahaan menerapkan strategi agronomi adaptif, termasuk pengelolaan kelembapan tanah serta optimalisasi tata kelola air.
“Fokus kami menjaga kondisi tanaman tetap optimal, terutama tanaman muda, sekaligus memastikan siklus produksi tetap terjaga di tengah tekanan iklim,” demikian disampaikan Jatmiko.