Solusi Mahalnya Harga Plastik
RIAU24.COM - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menyebut Indonesia mendapatkan jalan terbaik untuk menyudahi mahalnya harga plastik akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Solusi itu yakni mendapatkan bahan baku alternatif pembuatan plastik dari negara lain dengan harga yang wajar, dikutip dari inilah.com, Senin, 13 April 2026.
"Jadi plastik itu kan memang kita itu impor bahan bakunya untuk bijih plastik itu kan nafta ya, itu kan dari Timur Tengah selama ini. Karena imbas perang sehingga terganggu otomatis dari sana. Nah kita mencari alternatif dari India, Amerika, dan Afrika," sebutnya.
Bicara kenaikan harga plastik, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah produsen.
Suplai bahan baku plastik dari tiga negara tersebut diharapkan dapat tiba secepatnya.
"Ini kan memang krisis global, artinya memang selama ini kan supplier kita kebanyakan dari Timur Tengah. Tapi alternatif dari negara lain kan memang sebagian sudah kita dapat. Nah yang kedua, tadi ada 3 negara. Kita terus mencari negara lain yang bisa mensuplai untuk bijih plastik," ujarnya.