Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram
Pada persaingan race kedua di kelas SS600, Herjun dan Arbi kembali berusaha menembus grup terdepan sejak awal balapan. Upaya kedua pebalap jebolan Astra Honda Racing School ini kerap memperdaya rivalnya. Sayang, Herjun mengalami insiden terjatuh pada lap keempat sehingga pebalap asal Pati, Jawa Tengah ini tidak dapat melanjutkan balapan. Sementara Arbi terus bersaing di lintasan dan berhasil menyelesaikan race kedua di posisi kedelapan.
M. Adenanta Putra yang turun di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, menjalani musim debutnya di kelas tertinggi ARRC bersama CBR1000RR-R menunjukkan progres positif. pada race pertama, Adenanta start dari posisi kedelapan. Pebalap berusia 22 tahun ini mampu menjaga ritme balap dan bersaing di rombongan tengah, hingga ia finis di posisi kesembilan.
Dalam persaingan race kedua, Adenanta berupaya untuk menambah daya gedornya bersaing di posisi depan. Pebalap asal Magetan, Jawa Timur ini berupaya menguasai ritme balap yang kompetitif, ia pun harus puas finis di posisi ketujuh.
"Putaran 2 ini sangat menantang bagi saya. Di Race 2, saya masih berjuang membangun kepercayaan diri pada area depan motor. Ada beberapa momen saat menikung di mana saya hampir kehilangan kendali ban depan (lowside), yang cukup mengganggu fokus mental saat balapan. Tapi saya percaya ini adalah bagian dari proses belajar. Saya ingin terus mengambil pengalaman selangkah demi selangkah dan kembali lebih kuat di Motegi," ujar Adenanta.
General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor, Andy Wijaya mengapresiasi semangat juang seluruh pebalap AHRT yang mampu tampil kompetitif sepanjang akhir pekan balap di Buriram.
“Kami sangat mengapresiasi hasil yang diraih anak-anak AHRT. Paling tidak, kita bisa tunjukan bahwa binaan kami bisa terus tampil kompetitif dengan dukungan motor Honda yang kami siapkan. Semoga prestasi terus meningkat di putaran selanjutnya untuk harumkan Indonesia di arena balap Internasional,”ujar Andy.