Ketika Hasto Samakan Kritik dengan Cinta Terhadap Indonesia
RIAU24.COM - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut sikap kritis masyarakat merupakan wujud kecintaan kepada Indonesia.
Dia berharap, kritik tidak boleh dihadapi dengan tindakan represif yang justru merusak kualitas demokrasi, dikutip dari rmol.id, Senin 1 Juni 2026.
Dia lalu bicara tentang peringatan Hari Lahir Pancasila. Di hari itu, tidak seharusnya hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi kondisi demokrasi terkini.
"Ini bukan saatnya bernostalgia, tetapi bertanya: apakah kita masih hidup dalam negara demokrasi, atau sudah terjebak dalam otoritarianisme berbalut populisme yang membuat rakyat takut bersuara?" sebutnya.
Menurutnya, Pancasila lahir dengan semangat membebaskan rakyat dari segala bentuk penindasan.
Hanya saja, saat ini terdapat gejala yang mengkhawatirkan, di mana berbagai kebebasan dasar masyarakat semakin terancam.
Nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui jaminan kebebasan dari rasa takut, kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul. Ia menyayangkan sikap kritis masyarakat sipil yang belakangan kerap mendapat respons represif dari otoritas negara.
"Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi," ujarnya.