Cara Istana Meredam Kondisi Rupiah yang Jebol Rp18.000 per Dolar AS
RIAU24.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut pemerintah optimisme terhadap kondisi perekonomian Indonesia ditengah nilai Rupiah menembus Rp18.000 per Dolar AS.
Hal ini karena indikator utama perekonomian nasional menunjukkan kondisi yang relatif sehat, terutama dari sisi pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang terkendali.
"Tapi yang bisa kami sampaikan adalah bahwa kami harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga InsyaAllah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," ujarnya.
Selain itu, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memantau perkembangan ekonomi nasional, dikutip dari rmol.id, Kamis 4 Juni 2026.
"Serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi," ujarnya.
"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," tambahnya.