Menu

Jangan Samakan Calon Manajer Kopdes dengan Prajurit TNI

Azhar 29 Jun 2026, 21:47
Peserta SPPI Kopdes Merah Putih. Sumber: detik.com
Peserta SPPI Kopdes Merah Putih. Sumber: detik.com

RIAU24.COM - Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini heran dengan porsi latihan fisik berintensitas tinggi dalam Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). 

Dia pun meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengevaluasi dan mengurangi porsi latihan para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tersebut, dikutip dari rmol.id, Senin 29 Juni 2026.

"Peserta SPPI bukan dipersiapkan sebagai prajurit tempur, melainkan sebagai manajer pembangunan berbasis masyarakat. Oleh karena itu, materi yang memiliki risiko fisik tinggi perlu ditinjau kembali berdasarkan prinsip kebutuhan jabatan (job relevance)," ujarnya.

Tambahnya, meskipun pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan di lapangan memiliki relevansi yang kuat, desain materi kepelatihan harus disesuaikan dengan kondisi peserta.

Ia menjabarkan sejumlah langkah krusial yang harus segera diadaptasi oleh Kemhan dalam menyusun kurikulum baru Latsarmil bagi masyarakat sipil. 

Langkah awal yang perlu diambil adalah mengurangi atau memodifikasi seluruh latihan fisik berintensitas tinggi yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan tugas fungsional calon manajer desa.

Porsi latihan fisik wajib diterapkan secara bertahap dan selektif dengan mempertimbangkan variabel usia, kondisi kesehatan terkini, indeks massa tubuh, serta rekam medis objektif masing-masing peserta.