Menu

Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau

Devi 21 Jul 2026, 14:10
Pelatihan Antenatal Care dan Skrining Hipotiroid Kongenital bagi Bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, hasil kerja sama Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Riau CD RAPP. (Istimewa)
Pelatihan Antenatal Care dan Skrining Hipotiroid Kongenital bagi Bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, hasil kerja sama Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Riau CD RAPP. (Istimewa)

"Kami akui Meranti sangat minim di sektor kesehatan. Ke depan kami berharap ada penambahan kapasitas peserta termasuk dari pihak rumah sakit di daerah," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menyampaikan bahwa dari sekitar 121 ribu ibu hamil di Riau, baru sekitar 41 ribu yang terpantau melalui pemeriksaan rutin. Kondisi tersebut diperparah dengan jumlah tenaga kesehatan yang belum sebanding dengan banyaknya puskesmas yang ada.

"Kami tidak boleh membiarkan kematian ibu dan bayi karena ini menyangkut HAM. Pelatihan seperti ini sangat membantu," tegas Zulkifli.

Ia mengungkapkan, angka kematian balita di Riau masih berada di kisaran lebih dari 400 jiwa, sehingga diperlukan langkah intervensi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.Panduan Kota & Daerah

Menurut Zulkifli, angka kematian bayi dan balita tertinggi berada di Indragiri Hilir, sedangkan kasus kematian ibu cukup banyak ditemukan di Pelalawan dan Kampar. Adapun di Kabupaten Kepulauan Meranti, angka kematian ibu relatif lebih terkendali.

"Oleh sebab itu, kami menyambut baik kegiatan seperti ini dan semoga ke depan cakupan kegiatannya bisa lebih luas," ujarnya.

Halaman: 234Lihat Semua