Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menyampaikan bahwa dari sekitar 121 ribu ibu hamil di Riau, baru sekitar 41 ribu yang terpantau melalui pemeriksaan rutin. Kondisi tersebut diperparah dengan jumlah tenaga kesehatan yang belum sebanding dengan banyaknya puskesmas yang ada.
Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Riau membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Selain peran pemerintah, dukungan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Antenatal Care dan Skrining Hipotiroid Kongenital bagi Bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, hasil kerja sama Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Riau dengan Community Development PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Kegiatan berlangsung di Hotel Tjokro, Pekanbaru, Senin, 20 Juli 2026.
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Sardi mengapresiasi dukungan yang diberikan perusahaan terhadap peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk pada sektor kesehatan.
"Meranti itu daerah yang sangat minim dalam segala hal, termasuk di sektor kesehatan. Selain SDM kami harap ada juga kepedulian dari perusahaan untuk fasilitas kesehatan masyarakat," ujar Sardi.
Ia berharap pelatihan serupa ke depan dapat menjangkau lebih banyak peserta, termasuk tenaga kesehatan dari rumah sakit di daerah. Kehadiran perusahaan seperti RAPP, menurutnya, juga diharapkan dapat mendorong perusahaan lain untuk berkontribusi dalam penguatan layanan kesehatan.