Menu

Usulan Kiai Marsudi Jadi Pimpinan NU, Bisa Membangun Kemajuan Tanpa Kehilangan Jati Diri

Azhar 22 Aug 2026, 07:11
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud. Sumber: Internet
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Kader Nahdlatul Ulama (NU) Amrullah meyakini Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud dapat menjadi pemimpin NU berikutnya.

Alasannya karena Marsudi Syuhud dikenal sebagai ulama yang memadukan nilai keislaman, pengalaman organisasi, ekonomi syariah, hubungan antaragama, serta komitmen kebangsaan, dikutip dari rmol.id, Sabtu 22 Agustus 2026.

Tambahnya, pengalaman Kiai Marsudi juga tidak hanya berada di tingkat nasional. 

Mantan Sekretaris Jenderal PBNU itu juga dikenal aktif dalam berbagai forum perdamaian dan dialog antaragama internasional, termasuk menjadi pembicara di India, Filipina, Italia, Amerika Serikat, Vatikan, dan Singapura, serta sejumlah forum internasional lainnya. 

"Kiprah tersebut memperkuat perannya dalam membangun dialog lintas agama, memperkuat toleransi, dan mendorong perdamaian di tengah dinamika global," ujarnya.

Menurutnya, dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, diperlukan kepemimpinan yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai agama, kebangsaan, kemajuan ekonomi, dan keterbukaan terhadap dunia internasional. 

"Dari NU untuk umat. Bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Nu