Festival Sastra Melayu Riau 2026 Ditutup, Lestarikan Budaya Terus Digelorakan
“Budaya Melayu jangan sampai hanya menjadi kenangan masa lalu. Kita harus terus menjaga, mengembangkan dan mewariskannya kepada generasi muda, sehingga tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang mampu menghidupkan, mengembangkan dan memperkuat tradisi, sastra serta seni budaya Melayu.
Upaya tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian terhadap penguatan karakter, nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat.
Karena itu, Hambali berharap Festival Sastra Melayu Riau dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan kegiatan yang semakin luas. Festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi seniman, sastrawan dan budayawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi serta wadah menumbuhkan kreativitas generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya maju secara intelektual, tetapi juga memahami akar budaya dan memiliki kebanggaan terhadap identitas Melayu,” harapnya.
Lebih lanjut, Hambali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat menjaga dan mengembangkan sastra serta budaya Melayu. Dengan demikian, warisan budaya yang menjadi bagian dari jati diri daerah tidak hanya terpelihara, tetapi juga mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya.