Menu

Siapa Dalang G30S? Sejarawan Sebut Ada Enam Tafsir, Peneliti Ungkap Rantai Komando Pembunuhan 1965

Zuratul • 1 Oct 2026, 09:45
Potret Jendral yang Menjadi Korban dari Gerakan 30 September (G30S) 1965. (Sumber:Kompas.com)
Potret Jendral yang Menjadi Korban dari Gerakan 30 September (G30S) 1965. (Sumber:Kompas.com)

“Ada pula pihak-pihak yang ingin membelokkan sejarah. Bahkan di beberapa buku pelajaran kata G30S PKI diubah menjadi G30S saja,” kata Mumuh.

Penculikan Perwira Angkatan Darat

G30S menjadi salah satu titik penting dalam sejarah Indonesia pada 1965. Dalam rangkaian peristiwa tersebut, enam perwira tinggi Angkatan Darat dan Lettu Pierre Andreas Tendean diculik. Mereka kemudian ditemukan meninggal di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Enam jenderal itu adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Brigjen D.I. Pandjaitan, dan Brigjen Sutoyo Siswomiharjo. Adapun Pierre Tendean merupakan ajudan Jenderal A.H. Nasution.

Jenazah mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965 di sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya.

Peristiwa tersebut kemudian diikuti perubahan besar dalam kehidupan politik Indonesia. Penumpasan terhadap PKI menjadi salah satu rangkaian peristiwa yang berlangsung setelah G30S dan kemudian membentuk narasi politik serta sejarah Indonesia selama puluhan tahun.

Halaman: 234Lihat Semua