Sambut Dewan Energi Nasional, PTPN IV PalmCo Komitmen Optimalisasi EBT Berkelanjutan
Dalam paparannya, Bambang menjelaskan bahwa PalmCo memetakan beragam potensi produk samping industri sawit. Cangkang dan serat sawit, misalnya, telah dimanfaatkan sebagai biomassa untuk operasional pabrik.
Sementara tandan kosong sawit atau tankos selain dapat dimanfaatkan sebagai mulsa, kompos dan bahan serat, juga memiliki peluang dikembangkan lebih lanjut menjadi bioetanol dan syngas, meski teknologi tersebut masih memerlukan pengujian keandalan.
Adapun POME atau limbah cair pabrik kelapa sawit memiliki potensi dikonversi menjadi biogas yang kemudian dapat dimanfaatkan melalui co-firing, PLTBg hingga dikembangkan menjadi compressed biomethane gas (CBG).
Di Regional III, POME diproses melalui teknologi penangkapan metana seperti covered lagoon maupun continuous stirred tank reactor (CSTR). Biogas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan untuk menghasilkan listrik melalui gas engine ataupun dimanfaatkan sebagai bahan bakar pendamping pada proses pengolahan di pabrik kelapa sawit.
Sementara itu, Unggul Priyanto mengatakan pengembangan energi berbasis sumber daya domestik menjadi semakin penting seiring langkah pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional.
Ia menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan DEN untuk mempersiapkan pengembangan E50, yakni perluasan penggunaan etanol sebagai campuran bensin. Arahan persiapan E50 tersebut disampaikan Presiden dalam Sidang Paripurna DEN pada 17 September 2026, setelah pemerintah menjalankan program mandatori biodiesel B50.