Desa Damai Tembus Lima Besar Nasional Desa Berprestasi 2026
Usai pemaparan, Tim penilai nasional mengajukan sejumlah pertanyaan terkait pelaksanaan, keberlanjutan, dan dampak berbagai program tersebut.
Dr. Rudiarto Sumarwono menggali tantangan yang dihadapi Desa Damai serta strategi pemerintah desa dalam memastikan keberlanjutan inovasi.
Sementara Mohammad Roudo dari Bappenas menyoroti kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, SPPG, dan BUMDes, khususnya dalam pengendalian inflasi melalui penguatan sektor pangan.
Sedangkan Tim dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) mendalami kontribusi sektor pangan terhadap perekonomian desa serta strategi pengembangannya sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Usai pemaparan dan wawancara, tim penilai menyaksikan video profil Desa Damai yang menampilkan potensi, inovasi, aktivitas masyarakat, dan capaian pembangunan desa.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH mengatakan, masuknya Desa Damai dalam lima besar nasional menunjukkan potensi desa di Kabupaten Bengkalis untuk berkompetisi di tingkat nasional.