Melalui Program DSS, Diskominfo Bengkalis Sambangi SDN 32 Bantan
“Anak-anak tidak cukup hanya diperkenalkan pada teknologi, tetapi juga perlu dibimbing agar mampu memahami manfaat dan risikonya. Pendampingan dari guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat,” ujar Adi Sutrisno.
Program DSS, Diskominfotik Kabupaten Bengkalis berupaya mendekatkan edukasi teknologi informasi kepada para pelajar agar pelajar mampu memanfaatkan ruang digital secara positif.
"Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses informasi, tetapi juga mencakup kecakapan dalam memilah informasi, memahami risiko penggunaan internet, serta menjaga perilaku dan etika ketika berinteraksi di dunia maya,"ungkap Adi Sutrisno.
Selain penggunaan internet sehat, materi pencegahan perundungan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun hubungan sosial yang dilandasi sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
"SD Negeri 32 ini menjadi sekolah pertama di Kecamatan Bantan yang dikunjungi Tim Diskominfotik sambangi sekolah (DSS)," ungkapnya.
Kedepan, dengan semangat memperluas jangkauan literasi digital di kalangan pelajar, program ini akan terus berlanjut dengan menyasar sekolah-sekolah di kecamatan lain di Kabupaten Bengkalis.