Partai Baru Jangan Senang Dulu, Bisa-bisa Nasibnya Lebih Tragis dari Partai Gajah
RIAU24.COM - Pengamat politik dari Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta menyayangkan sikap partai polituk baru yang menyatakan dukungan kepada pemerintahan atau penguasa, seperti yang dilakukan Partai Gema Bangsa.
Padahal, partai politik baru seharusnya hadir sebagai wadah yang menawarkan gagasan dan alternatif bagi masyarakat, dikutip dari rmol.id, Selasa, 20 Januari 2026.
"Menjadi masalah ketika partai baru justru sejak awal menyatakan dukungan kepada pemerintahan atau penguasa, seperti yang dilakukan Partai Gema Bangsa," ujarnya.
"Ini menimbulkan pertanyaan mendasar, partai ini dibentuk untuk mengabdi kepada masyarakat, atau sekadar mencari posisi kekuasaan?" tanyanya.
Dia yakin, partai-partai baru yang tidak memiliki keberanian menjadi penyeimbang kekuasaan, atau berdirinya tidak menentang kekuasaan, cenderung sulit mendapatkan perhatian publik. Seperti yang terjadi dengan PSI alias Partai Gajah.
Rakyat membutuhkan gagasan baru, bukan sekadar partai baru.
Fakta internasional menunjukkan pola serupa. Partai-partai yang mengambil posisi berseberangan dengan kekuasaan justru lebih mudah mendapat dukungan publik dan berpeluang menjadi partai penguasa.
Contohnya, Forward Party di Tailan serta sejumlah partai progresif di Amerika Latin dan Eropa Timur.