Penerapan di Pelabuhan Sungai Selari dan Bengkalis Terus Berbenah
RIAU24.COM - Pelabuhan Sungai Selari menjadi saksi denyut kehidupan masyarakat kabupaten Bengkalis. Dari sopir truk pengangkut logistik hingga pengendara sepeda motor yang hendak menyeberang, semua bertemu di satu titik yang sama antrean.
Kini, pelabuhan tersebut perlahan bersiap menanggalkan wajah lamanya dan bertransformasi menuju pelayanan yang lebih tertib dan manusiawi.
Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis tengah menggesa persiapan sarana dan prasarana sebagai bagian dari rencana penerapan sistem e-ticketing.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, yakni antrean panjang kendaraan yang sering kali mengular hingga ke jalan umum.
Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis, Ardiansyah ST MT menuturkan bahwa pembenahan tidak hanya menyentuh sistem pembayaran, tetapi juga penataan jalur kendaraan di area pelabuhan. Salah satu fokus utama adalah pengaturan ulang jalur truk yang selama ini menjadi penyumbang antrean terpanjang.
“Jalur truk akan kita alihkan ke bagian dalam, tepatnya di area belakang musholla. Tujuannya agar saat terjadi lonjakan antrean, kendaraan tidak lagi sampai memakan badan jalan umum,” ujar Ardiansyah nada optimistis, Senin 26 Januari 2026.
Menurutnya, Dishub telah menyiapkan beberapa jalur khusus untuk kendaraan berat. Dengan pengaturan tersebut, arus lalu lintas di sekitar pelabuhan diharapkan tetap lancar, sekalipun jumlah kendaraan meningkat, terutama pada jam-jam padat.
Tak kalah penting, pengendara roda dua juga akan mendapatkan ruang yang lebih layak. Dishub berencana memindahkan jalur sepeda motor ke area gedung pelabuhan dan menata jalurnya agar lebih nyaman serta aman bagi pengguna.
Penataan ini menjadi langkah antisipatif menjelang lonjakan arus penyeberangan pada momen Lebaran Idul Fitri. Dishub ingin memastikan bahwa masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan tenang, tanpa harus berdesakan atau terjebak antrean panjang yang melelahkan.
Lebih dari sekadar mengurai kemacetan, penerapan e-ticketing juga membawa harapan akan pengelolaan pelabuhan yang lebih transparan.
Sistem digital ini diyakini mampu meningkatkan akurasi pendapatan daerah sekaligus memperkuat tata kelola retribusi yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Bagi masyarakat, perubahan ini diharapkan terasa langsung dalam keseharian. Proses pembelian tiket yang lebih cepat dan praktis akan memangkas waktu tunggu, sehingga aktivitas menyeberang tak lagi menjadi pengalaman yang menguras tenaga dan emosi.
Ardiansyah pun mengajak seluruh masyarakat Bengkalis untuk turut mendukung rencana ini.
“Kami mohon dukungan semua pihak agar e-ticketing dapat berjalan sesuai jadwal. Ini adalah upaya bersama demi pelayanan yang lebih baik,”ungkapnya.
Dengan berbagai pembenahan yang tengah dilakukan, Pelabuhan Sungai Selari diharapkan perlahan berubah menjadi ruang layanan publik yang tertib, nyaman, dan ramah. Sebuah harapan baru agar pelabuhan ini tak lagi dikenal karena antreannya, melainkan karena pelayanannya.