Karhutla di Kampung Tengah Diduga Sengaja Dibakar, Ditemukan Alat Pemicu Api

Lina 12 Feb 2026, 12:47
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM - SIAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Siak. Kali ini, lahan sawit milik warga di Kampung Adat Kampung Tengah, Kecamatan Mempura, terbakar pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 13.07 WIB. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai lebih kurang satu hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara SSTP MSi, menyebutkan bahwa kebakaran tersebut diduga kuat terjadi akibat unsur kesengajaan.

Dugaan itu menguat setelah tim BPBD Siak menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, berupa meteran serta beberapa batang kayu sepanjang sekitar dua meter yang pada bagian ujungnya dibalut plastik. Kayu tersebut diduga digunakan sebagai alat untuk memicu dan menjalar­kan api.

“Atas petunjuk dan barang bukti yang kami temukan di lapangan, ini menjadi jalan bagi pihak kepolisian untuk menindaklanjuti indikasi bahwa terbakarnya lahan tersebut karena disengaja,” ujar Novendra, Kamis (12/2/2026).

Meski demikian, hingga saat ini pihak BPBD belum mengetahui secara pasti siapa pemilik lahan tersebut. Api berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan upaya pemadaman di lokasi.

Novendra menegaskan bahwa apabila nantinya terbukti ada unsur kesengajaan dan pelaku berhasil diungkap, diharapkan hal itu dapat menimbulkan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kebakaran lahan dampaknya sangat luar biasa, bukan hanya merusak vegetasi dan habitat yang ada di dalamnya, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Proses pemadamannya pun memerlukan tenaga ekstra, waktu dan biaya yang tidak sedikit,” tegasnya.

BPBD Siak bersama TNI dan Polri saat ini terus meningkatkan patroli rutin ke kebun-kebun masyarakat. Selain melakukan pengawasan, tim juga memberikan imbauan langsung kepada pemilik lahan agar tidak membuka atau membersihkan kebun dengan cara membakar.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di lahan masing-masing.

“Kami mohon ini menjadi perhatian bersama. Pencegahan harus dilakukan secara terpadu agar wilayah kita tetap aman dan terhindar dari bencana kabut asap,” pungkas Novendra.(Lin)