Kopdes Merah Putih Pilih Impor Pikap Ketimbang Produksi Dalam Negeri

Azhar 21 Feb 2026, 18:12
Industri otomotif. Sumber: KONTAN
Industri otomotif. Sumber: KONTAN

RIAU24.COM -Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursant mengaku heran dengan kontrak pengadaan 105.000 unit mobil pikup senilai Rp24,66 triliun untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dia juga mempertanyakan hal ini karena berdampak strategis bagi distribusi pangan desa dan arah kebijakan industri otomotif nasional, dikutip dari rmol.id, Sabtu, 21 Februari 2026.

"Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional," ujarnya.

Pengadaan yang dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara itu melibatkan dua produsen asal India, yakni 35.000 unit Scorpio pickup dari Mahindra & Mahindra.

Serta pengadaan 70.000 unit dari Tata Motors, terdiri atas Yodha pickup dan Ultra T.7 Light Truck. 

Padahal sudah ada aturan mewajibkan kementerian atau lembaga mengutamakan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri minimal 25 persen atau kombinasi TKDN dan bobot manfaat perusahaan minimal 40 persen, sementara kapasitas produksi pickup nasional disebut mencapai sekitar 1 juta unit per tahun.

"Karena itu, argumentasi ketidaktersediaan harus dijelaskan secara objektif. Jangan sampai spesifikasi teknis justru membuat produk dalam negeri dianggap tidak tersedia," sebutnya.