Tradisi Ramadan Siak, Lomba Letup Meriam Buluh Kembali Menggema di Pasar Seni

Lina 15 Mar 2026, 17:44
Tradisi Ramadan Siak, Lomba Letup Meriam Buluh Kembali Menggema di Pasar Seni
Tradisi Ramadan Siak, Lomba Letup Meriam Buluh Kembali Menggema di Pasar Seni

RIAU24.COM - SIAK – Dentuman meriam buluh menggema di Kota Siak Sri Indrapura menandai dimulainya Lomba Letup Meriam Buluh 2026 yang digelar oleh Dewan Kesenian Siak (DKS) di kawasan Pasar Seni Siak, Sabtu malam (15/3/2026).

Tradisi meriam buluh merupakan kebiasaan masyarakat Melayu Siak yang telah berlangsung sejak lama untuk menyemarakkan malam-malam Ramadan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Wakil Bupati Siak Syamsurizal yang membuka langsung kegiatan tersebut mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

“Alhamdulillah setelah salat tarawih kita bisa melaksanakan kegiatan ini. Tradisi meriam buluh ini luar biasa karena hampir ada di setiap kecamatan di Kabupaten Siak. Hal-hal baik seperti ini harus terus kita jaga sebagai bukti bahwa Siak memiliki kebudayaan yang kuat,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar berbagai tradisi daerah seperti meriam buluh, lampu colok, serta kegiatan seni budaya lainnya terus dikembangkan dan didokumentasikan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Jangan sampai kebudayaan kita hanya disampaikan dari mulut ke mulut lalu hilang. Harus kita tuliskan dan publikasikan agar anak cucu kita punya dasar untuk melanjutkan kegiatan positif, terutama di bidang kebudayaan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana dari Dewan Kesenian Siak (DKS) Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa Lomba Letup Meriam Buluh tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga dan diikuti oleh 56 peserta.

“Alhamdulillah meskipun cuaca agak gerimis, lomba letup meriam buluh dan semarak lampu colok InsyaAllah tetap dapat dilaksanakan. Kami juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, pemerintah daerah dan beberapa sponsorship,” kata Zulkarnain yang akrab disapa Wak Jul.

Ia menjelaskan bahwa lomba digelar selama dua hari, mulai 14 hingga 15 Maret 2026. Hari pertama dilaksanakan babak penyisihan, kemudian dilanjutkan semifinal dan final pada hari kedua hingga menyisakan 10 peserta terbaik.

Dewan juri lomba, Susanto dari DKS, menjelaskan bahwa penilaian lomba menitikberatkan pada keaslian bahan serta kualitas suara letupan yang dihasilkan.

“Meriam yang digunakan harus dari buluh alami tanpa menggunakan karbit. Setiap peserta diberikan tiga kali kesempatan letupan dan yang dinilai adalah kekuatan serta tinggi suara yang dihasilkan,” jelasnya.

Para pemenang lomba akan mendapatkan uang pembinaan dan trofi dengan rincian Juara I sebesar Rp1.250.000, Juara II Rp1.000.000, Juara III Rp750.000, Harapan I Rp500.000, Harapan II Rp400.000, dan Harapan III Rp300.000. Selain itu, peserta yang masuk 10 besar juga memperoleh uang tunai masing-masing Rp200.000 serta berbagai hadiah tambahan seperti voucher makan gratis dan hampers Lebaran dari sponsor.

Hadiah uang pembinaan tersebut didukung oleh PT Riau Petroleum, sementara kegiatan semarak lampu colok tahun ini direncanakan mendapat dukungan sponsorship dari PT Bumi Siak Pusako (BSP).

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Siak berharap tradisi budaya Melayu yang telah menjadi identitas daerah dapat terus hidup dan menjadi bagian dari semarak Ramadan di Negeri Istana.(Lin)