Prabowo Ungkap Alasan Memangkas Anggaran Belanja tak Produktif

Azhar 20 Mar 2026, 21:07
Presiden Prabowo Subianto. Sumber: kompas.com
Presiden Prabowo Subianto. Sumber: kompas.com

RIAU24.COM - Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan kebijakan pemangkasan belanja anggaran negara yang tidak efisien oleh pemerintah. 

Menurutnya, efisiensi besar-besaran merupakan satu-satunya jalan untuk mengamankan uang rakyat dari potensi korupsi, dikutip dari inilah.com, Jumat, 20 Maret 2026.

Tambahnya, di awal-awal pemerintah melakukan efisiensi dana sebesar Rp308 triliun. 

Dia yakin jika dana sebesar itu tidak segera dipangkas maka akan membuka celah lebar untuk dikorupsi.

"Waktu pertama melakukan efisiensi, kita menghemat Rp308 triliun dari pemerintah pusat. Dari mana itu? Dari semua pengeluaran yang akal-akalan. Keyakinan saya, itu semua Rp308 triliun ini jika tidak dipotong, ini ke arah korupsi," ujarnya.

"Jadi angka ini artinya 30 persen lebih tidak efisien dari Thailand, Malaysia, Filipina, atau Vietnam. Kalau saya pakai ini sebagai dasar, berarti mendekati GDP kita yang Rp3.700 triliun atau US$230 miliar. 30 persen dari itu maka US$75 miliar. Ini tidak efisien," tambahnya.

Dia mengatakan efisiensi yang dijalankan pemerintah masih tahap awal dan peluang penghematan tetap besar, terutama pada belanja rutin non-esensial. 

Pemangkasan dilakukan pada sejumlah pos, seperti kegiatan seremonial, pembelian alat tulis kantor, serta rapat dan seminar di luar kantor.

Termasuk pola pengadaan barang, pengadaan komputer dan perlengkapan kantor yang dilakukan hampir tiap tahun.

Serta maraknya kajian yang dinilai belum menyasar isu utama seperti kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.