Ketika Prabowo Tak Pernah ubah Sistem Demokrasi Indonesia

Azhar 24 Mar 2026, 16:11
Presiden RI Prabowo Subianto. Sumber: kompas.com
Presiden RI Prabowo Subianto. Sumber: kompas.com

RIAU24.COM - Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menyebut demokrasi memberikan ruang bagi siapa pun yang konsisten dan memiliki daya juang.

Dia mencontohkan perjalanan politik Prabowo Subianto yang berulang kali mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden namun akhirnya memenangkan kontestasi, dikutip dari rmol.id, Selasa, 24 Maret 2026.

"Prabowo itu petarung. Berkali-kali kalah, tapi tidak menjatuhkan sistem. Ia justru kembali lewat mekanisme demokrasi dan akhirnya menang," ujarnya.

Dia juga bicara peluang menjatuhkan pemerintah Prabowo dengan mekanisme demokrasi Indonesia saat ini.

Pertama, Fragmentasi Elite Politik
Upaya delegitimasi pemerintahan berpotensi memecah elite menjadi beberapa faksi yang saling berhadapan. 

Kondisi ini bisa memicu konflik terbuka, baik di parlemen maupun di ruang publik.

Kedua, Perebutan Jabatan dan Kekuasaan
Alih-alih fokus pada kepentingan rakyat.

"Dinamika politik justru berpotensi bergeser menjadi ajang perebutan posisi strategis. Hal ini memperburuk kualitas tata kelola pemerintahan, ujarnya.

"Ketika pemerintah dilemahkan, yang muncul bukan solusi, tapi kompetisi liar antar-elite. Semua ingin mengisi kekosongan kekuasaan," sebutnya.