Eksperimen Berujung Duka, Siswa SMP Islamic center Siak Meninggal Saat Uji Senpi Rakitan

Lina 8 Apr 2026, 14:28
Rumah duka korban praktikum
Rumah duka korban praktikum

RIAU24.COM - SIAK – Peristiwa tragis terjadi di lingkungan pendidikan Kabupaten Siak, Riau. Seorang pelajar berinisial MAA (15), siswa kelas IX SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak, dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang diduga terkait penggunaan senjata api rakitan, Rabu (8/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di lapangan depan gedung sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, saat kejadian korban bersama sejumlah teman sekelasnya tengah berada di area lapangan sekolah. Diduga, mereka sedang melakukan praktik atau uji coba terhadap senjata api rakitan yang dibuat oleh korban.

Tiba-tiba, suara ledakan keras terdengar dari arah lapangan. Suara tersebut sontak mengejutkan seluruh warga sekolah, baik siswa maupun tenaga pengajar. Sejumlah siswa dan guru dilaporkan berhamburan keluar dari ruang kelas untuk mencari tahu sumber suara.

Tak lama setelah itu, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Upaya pertolongan sempat dilakukan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Korban diketahui merupakan warga Balai Kayang II, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak.

Peristiwa ini langsung mendapat perhatian pihak kepolisian. Petugas dari Polres Siak turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi.

Paur Humas Polres Siak, Dedek Prayoga, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Polisi sudah turun ke lapangan untuk melakukan olah TKP. Untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya singkat.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk asal-usul senpi rakitan tersebut serta bagaimana praktik tersebut bisa dilakukan di lingkungan sekolah.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, sekaligus pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas berisiko di lingkungan pelajar, baik di dalam maupun di luar sekolah.(Lin)

 

Sumber:katakabar