Sentuhan CSR BRK Syariah, UMKM KUBE Lengkuas Jaya Makin Naik Kelas
RIAU24.COM - Aroma kue kering rasa kacang dengan motif kacang yang khas tercium dari dapur produksi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Lengkuas Jaya. Toples-toples aneka kue kering yang dibanderol mulai Rp75 ribu itu tersusun rapi, siap dipasarkan ke pelanggan tetap hingga pembeli daring.
Di balik geliat itu, ada peran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari BRK Syariah yang menjadi pemantik semangat para pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Sri Kurniawati, Ketua KUBE Lengkuas Jaya, menuturkan bahwa usaha kue kering sebenarnya telah lama ia jalankan secara mandiri. Berbekal hobi dan peralatan produksi yang cukup lengkap, ia memulai dari rumah. Namun, kegelisahan muncul saat melihat pelaku UMKM di daerah lain kerap mendapat bantuan dan pelatihan, sementara di lingkungannya belum tersentuh program serupa.
“Awalnya saya bergerak sendiri. Tapi saya berpikir, kenapa di daerah kami tidak ada pelatihan dan bantuan untuk UMKM? Dari situ saya termotivasi mengajak ibu-ibu di sini supaya bisa berkembang bersama,” ujarnya.
Berbekal diskusi dengan Dinas Koperasi Kabupaten Bintan, lahirlah KUBE Lengkuas Jaya dengan 10 anggota. Sejak itu, mereka aktif mengikuti berbagai pelatihan, termasuk demo pembuatan kue di Kecamatan Bintan Timur. Sepanjang 2025 saja, Sri sudah tiga kali menjadi narasumber bagi ibu-ibu setempat untuk mengajarkan pembuatan kue yang bisa dijual dan menjadi sumber penghasilan.
Kesempatan emas datang ketika ada informasi mengenai program CSR BRK Syariah. Sri langsung memotivasi anggota untuk menyiapkan produk dan meningkatkan kualitas produksi. Upaya itu membuahkan hasil. KUBE Lengkuas Jaya memperoleh bantuan peralatan produksi makanan berupa oven besar, kompor gas, mesin penggiling, mesin pengadon, blender, kukusan besar, serta alat pemotong keripik tempe.
Bantuan tersebut membawa perubahan signifikan. Jika sebelumnya adonan kerupuk harus dihempas-hempaskan hingga kalis dengan tekstur yang masih kasar, kini proses menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih lembut berkat mesin pengadon. Produksi kerupuk ikan Jampung yang dijual Rp70 ribu per kilogram pun meningkat kapasitasnya, terutama saat pasokan ikan dari nelayan melimpah.
Tak hanya kue kering, KUBE Lengkuas Jaya kini memproduksi aneka makanan seperti stik keju, bolu, cake dan dessert, keripik ubi original dan pedas, Mustofa keladi pedas, renginang, dimsum, empek-empek, gelombang Malaysia, peyek, hingga otak-otak. Bahkan, mesin pengadon yang awalnya diperuntukkan bagi produksi donat kini dimanfaatkan untuk berbagai olahan makanan, termasuk oleh Ibu Kartini yang memproduksi otak-otak.
Sebagian anggota juga mulai memasarkan produk secara daring untuk memperluas jangkauan pasar. Hasilnya, permintaan terus meningkat dan kelompok mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih konsisten.
Lurah Gunung Lengkuas Jaya, Anggi, mengakui bahwa program CSR BRK Syariah sangat berarti bagi masyarakatnya. “Dengan bantuan peralatan ini, pekerjaan jadi lebih cepat dan praktis. Produksi meningkat, kualitas lebih baik, dan warga bisa memenuhi permintaan konsumen. Dampaknya benar-benar terasa,” ujarnya.
Kini, dapur produksi KUBE Lengkuas Jaya bukan sekadar tempat mengolah makanan, tetapi juga ruang tumbuhnya kemandirian ekonomi perempuan. Dari semangat kebersamaan dan dukungan CSR, usaha rumahan itu perlahan naik kelas, menguatkan ekonomi keluarga sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal. Adv