Ke Mana Bahlil Saat Prabowo Selesaikan Tugasnya

Azhar 24 Apr 2026, 16:27
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sumber: kompas.com
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sumber: kompas.com

RIAU24.COM - Pengamat Komunikasi  Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mempertanyakan kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Bahlil dinilai hanya menjadi beban bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menangani persoalan energi nasional, dikutip dari rmol.id, Jumat, 24 April 2026.

Ketika Indonesia menghadapi gangguan pasokan energi akibat tertahannya dua kapal milik Pertamina di Selat Hormuz, Iran, bukannya Bahlil, tapi Prabowo yang mencari sumber energi alternatif dari negara lain guna mengantisipasi kekurangan dalam negeri.

"Sayangnya, Presiden Prabowo Subianto harus mengambil langkah sendiri keliling negara-negara sahabat untuk mencari stok minyak. Tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawab Bahlil sebagai pembantu presiden," sebutnya.

"Seharusnya Bahlil sebagai Menteri ESDM yang berkeliling untuk mendapatkan energi. Nyatanya hal itu justru yang melakukannya Presiden Prabowo dengan mengunjungi Jepang dan Rusia," tambahnya.

Dia menilai langkah Presiden Prabowo mengambil alih peran tersebut menunjukkan ketidakmampuan Bahlil dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

"Sebagai menteri ESDM, Bahlil seharusnya malu manakala bidang kerjanya diambil alih presiden. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan Bahlil dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai ESDM," ujarnya.