RAPP Perkuat Aksi Konvergensi, Dukung Percepatan Penurunan Stunting 5 Kabupaten di Riau

Devi 7 May 2026, 11:51
RAPP Perkuat Aksi Konvergensi, Dukung Percepatan Penurunan Stunting 5 Kabupaten di Riau
RAPP Perkuat Aksi Konvergensi, Dukung Percepatan Penurunan Stunting 5 Kabupaten di Riau

RIAU24.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mendorong upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan aksi konvergensi lintas sektor.

Upaya tersebut didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melalui kegiatan diseminasi praktik baik dan pembelajaran implementasi SKPP di lima kabupaten di Riau.

Lima kabupaten yang menjadi sasaran intervensi program community development tersebut yakni Kabupaten Pelalawan, Siak, Kampar, Kepulauan Meranti, dan Kuantan Singingi.

Baca juga: Waspadai Potensi Karhutla, APHI Ajak Perusahaan Perkuat Patroli dan Deteksi Dini
Kegiatan diseminasi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga ruang evaluasi terhadap program yang telah berjalan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi RAPP dalam mendukung program pemerintah.  

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Riau itu menyebutkan, semua program yang sudah diintervensi sudah mencapai hasil yang baik dibandingkan dengan daerah lain yang belum mendapat intervensi serupa.

"Kegiatan hari ini untuk memastikan aksi konvergensi itu memang benar-benar multi- stakeholder benar-benar dilakukan secara bersama dengan tujuan yang sama. Kita menggunakan semua sumber daya yang ada untuk menyelesaikan permasalahan ini," ucap Syahrial Abdi, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman terkait praktik-praktik baik yang telah dilakukan di lapangan, termasuk mekanisme intervensi yang sudah berjalan.

"Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat apa saja yang sudah berhasil. Sehingga dapat ditiru oleh daerah lain serta pemetaan data stunting secara merata untuk menemukan akar persoalan," tambahnya.

Menurutnya, aksi konvergensi stunting harus benar-benar dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai pihak dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada.

"Tujuannya satu, yaitu bagaimana percepatan pencegahan stunting bisa kita capai bersama, sehingga target nasional untuk Provinsi Riau dapat terealisasi dengan baik," jelasnya.

Sementara itu, Stakeholder Relation Manager PT RAPP, Wijatmoko Rah Trisno menyebutkan, target utama program ini yaitu menekan angka stunting di seluruh wilayah operasional sekaligus bentuk komitmen dalam mendukung pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting di Riau.

"Semua berbasis data menunjukkan adanya dinamika dari tahun 2004 hingga 2025, sehingga pada 2026 kita menargetkan pencapaian yang lebih signifikan. Tantangannya memang pada kolaborasi lintas stakeholder, namun kami optimistis target ambisius ini bisa tercapai," ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya perbedaan karakteristik di setiap daerah, terutama di wilayah seperti Kuantan Singingi dan Kepulauan Meranti yang memerlukan perhatian khusus.

"Setiap daerah punya dinamika tersendiri. Untuk Kuansing dan Meranti, akan kita evaluasi lebih mendalam untuk menentukan langkah intervensi yang lebih spesifik," katanya.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Riau dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. ***