Pemerintah Diminta Sudahi Lip Service

Azhar 19 May 2026, 22:36
Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensan.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensan.

RIAU24.COM - Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menyarankan komunikasi pemerintah ke depan perlu lebih empatik dan berbasis realita.

"Kalau pemerintah ingin publik percaya, jangan hanya bilang semua terkendali. Tunjukkan apa yang membuat kita bisa percaya bahwa semuanya memang terkendali. Karena kepercayaan publik itu bukan diminta, tapi dibangun," ujarnya dikutip dari rmol.id, Selasa 19 Mei 2026.

Dia pun mengingatkan bahwa dalam situasi ekonomi saat ini, kejujuran dan transparansi justru menjadi kunci.

Hal ini bertujuan untuk menjaga legitimasi pemerintah di mata masyarakat.

"Optimisme itu penting, tapi jangan sampai terasa seperti menenangkan diri sendiri. Publik butuh alasan untuk optimis, bukan sekadar ajakan," sebutnya.

Dia menyinggung gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai konsisten menunjukkan sikap nasionalisme dan optimisme terhadap kondisi Indonesia.

Namun demikian, sikap tersebut perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih terasa langsung, terutama terhadap masyarakat kelas menengah.

"Pak Prabowo itu jelas nasionalis dan optimis, tapi optimisme itu harus diturunkan jadi sesuatu yang bisa dirasakan. Jangan sampai optimisme hanya jadi semacam slogan yang indah didengar, tapi enggak bisa dirasakan," sebutnya.