Bukti Indonesia Tekan Ketergantungan Terhadap Dolar AS

Azhar 24 May 2026, 23:35
Ilustrasi uang kertas. Sumber: Internet
Ilustrasi uang kertas. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A Cussoy Intama menyebut strategi dedolarisasi alias mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS (US$), membuahkan hasil.

Hal ini karena terjadinya pertumbuhan signifikan dari transaksi Local Currency Transaction (LCT), dikutip dari inilah.com, Minggu 24 Mei 2026.

Menurutnya, volume transaksi LCT sepanjang Januari-April 2026 mencapai US$22,61 miliar, atau setara Rp400,19 triliun (kurs Rp17.700/US$).

"Nilai transaksi menggunakan mata uang lokal sepanjang Januari-April 2026, melonjak 309 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 7,33 miliar dolar AS," ujarnya.

Hal ini menjadi bukti besarnya penggunaan mata uang domestik dalam perdagangan dan transaksi lintas negara. 

Serta sebagai bukti lainnya bahwa semakin kuatnya upaya Indonesia menekan ketergantungan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian global. 

"Ini baru Januari sampai April. Semoga terus naik ya, baik volume maupun pelakunya," harapnya.