Penampakan Kartu Terakhir Trump dan Netanyahu Menjelang Pemilu

Azhar 28 May 2026, 23:31
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Israel Benjamin Netanyahu. Sumber: Reuters
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Israel Benjamin Netanyahu. Sumber: Reuters

RIAU24.COM - Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa menilai eskalasi ketegangan di Selat Hormuz pasca-serangan militer Amerika Serikat (AS) ke kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran bukan sekadar taktis militer biasa.

Dia yakin serangan tersebut sarat kalkulasi politik dari pentolan AS dan Israel, dikutip dari rmol.id, Kamis 28 Mei 2026.

Dia juga melihat agresi militer yang digalang AS dan Israel belakangan ini merupakan jurus mabuk dan putus asa dari Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.

"Hal ini dilakukan demi mempertahankan kursi kekuasaan mereka," yakinnya.

Sebab, saat ini baik Trump maupun Netanyahu sama-sama berada dalam posisi terjepit akibat anjloknya tingkat popularitas di dalam negeri masing-masing. 

Tekanan politik ini kian memuncak menjelang Pemilu Sela AS pada November 2026 dan Pemilu Israel yang dipercepat pada Oktober 2026 mendatang.

"Jadi satu-satunya cara yang paling efektif bagi mereka untuk menyelamatkan diri dan partai dalam pemilu yakni memerangi Iran, lalu menang," tutupnya.