Cara Duduk Seperti Ini Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Demensia secara Signifikan

Devi 29 May 2026, 08:59
Cara Duduk Seperti Ini Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Demensia secara Signifikan
Cara Duduk Seperti Ini Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Demensia secara Signifikan

RIAU24.COM - Selama bertahun-tahun, para peneliti yakin bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko demensia. Namun, temuan baru menunjukkan bahwa apa yang dilakukan saat duduk bisa mengurangi risiko tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine pada bulan Maret 2026 menemukan bahwa mengganti perilaku duduk pasif secara mental dengan perilaku duduk secara aktif secara mental dikaitkan dengan pengurangan risiko demensia yang signifikan.

Dikutip dari laman NYPost perilaku duduk yang aktif secara mental, seperti membaca, melakukan pekerjaan kantor, dan aktivitas lainnya yang membuat otak tetap aktif saat duduk. Sementara, perilaku pasif secara mental di antaranya menonton televisi atau aktivitas layar lainnya yang tidak terlalu melibatkan otak.

Para peneliti Swedia menganalisis data lebih dari 20.000 orang dewasa berusia di antara 35 dan 64 tahun dan dilacak selama 19 tahun antara tahun 1997 dan 2016. Para peserta menjawab pertanyaan terkait kebiasaan duduk, aktivitas fisik, dan perilaku gaya hidup lainnya. Diagnosis demensia diidentifikasi menggunakan catatan kesehatan dan kematian di Swedia.

Hasilnya, mengganti perilaku duduk pasif dengan perilaku duduk aktif secara mental atau aktivitas fisik bisa mengurangi risiko demensia pada orang dewasa lanjut usia.

Meski penelitian berbasis di Swedia, temuan ini kemungkinan bisa digeneralisasi ke populasi global yang lebih luas. Dengan demikian, penelitian tersebut bisa membantu memberi informasi untuk pedoman kesehatan masyarakat dan strategi pencegahan untuk mengurangi demensia.

Peneliti utama, Dr Mats Hallgren dari Institut Karolinska Swedia mengatakan, studi tersebut menyoroti perbedaan besar antara kebiasaan duduk pasif dan kebiasaan duduk yang melibatkan pikiran dalam hal kesehatan otak.

"Meskipun semua posisi duduk hanya melibatkan pengeluaran energi minimal, hal itu dapat dibedakan berdasarkan tingkat aktivitas otak," kata Hallgren.

"Cara kita menggunakan otak saat duduk tampaknya merupakan penentu penting fungsi kognitif di masa depan dan, seperti yang telah kami tunjukkan, dapat memprediksi timbulnya demensia," tambahnya.

Menurutnya perilaku kurang gerak adalah faktor risiko umum, namun bisa dimodifikasi untuk banyak kondisi kesehatan, seperti demensia.

"Studi kami menambahkan pengamatan bahwa tidak semua perilaku kurang gerak itu sama; beberapa dapat meningkatkan risiko demensia, sementara yang lain mungkin bersifat melindungi," tambahnya.

"Penting untuk tetap aktif secara fisik seiring bertambahnya usia, tetapi juga aktif secara mental, terutama saat kita duduk." ***