P2G Tak Mau Jalankan usulan Prabowo Ajarkan Siswa Bahasa Prancis

Azhar 29 May 2026, 19:13
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sumber: Antara
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sumber: Antara

RIAU24.COM - Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim tak akan mendengarkan usulan Presiden Prabowo agar sekolah mengajarkan Bahasa Prancis.

Alasannya karena tidak menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem pendidikan nasional, dikutip dari inilah.com, Jumat 29 Mei 2026.

kebijakan tersebut juga berpotensi memperparah persoalan kekurangan guru. Hal ini berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dimana Indonesia masih kekurangan sekitar 374 ribu guru ASN.

Selain itu, kebijakan Prabowo itu menambah beban kurikulum dan persoalan baru bagi sekolah.

Dia juga menganggap, usulan tersebut muncul tanpa perencanaan yang jelas.

"Pernyataan tersebut terkesan terburu-buru, belum menjadi kebutuhan prioritas, dan lebih bernuansa diplomatik daripada kebijakan pendidikan yang dirancang secara matang," ujarnya.

Tambahnya, instruksi Presiden Prabowo pada 2025 terkait pengajaran Bahasa Portugis di sekolah juga belum dikerjakan.

Pengembangan pembelajaran Bahasa Prancis maupun Portugis juga tidak tercantum sebagai program prioritas dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.