Untuk Pertama Kali, Peneliti China Transplantasikan Ginjal dan Hati Babi ke Manusia

Devi 10 Jun 2026, 07:55
Untuk Pertama Kali, Peneliti China Transplantasikan Ginjal dan Hati Babi ke Manusia
Untuk Pertama Kali, Peneliti China Transplantasikan Ginjal dan Hati Babi ke Manusia

RIAU24.COM - Dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Med Journal pada akhir Mei 2026, China berhasil melakukan transplantasi organ ginjal dan hati hewan babi sekaligus pada manusia untuk pertama kalinya. Dikutip dari IFLScience, pasien tersebut sudah mengalami kemarian batang otak dan organ babi yang ditransplantasikan bisa berfungsi selama 5 hari.

Selama ini, percobaan xenotransplantasi atau transplantasi organ hewan ke manusia hanya melibatkan satu organ dalam satu waktu. Semakin banyak organ yang ditransplantasikan, semakin tinggi kompleksitas operasi dan risiko komplikasi.

Studi ini menunjukkan prosedur tersebut mungkin saja dilakukan.

Alasan xenotransplantasi sering gagal adalah karena organ tidak bisa begitu saja 'ditanamkan' dalam tubuh manusia. Tubuh manusia akan langsung mengenali organ tersebut sebagai benda asing dan menyerangnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, peneliti bisa melakukan penyuntingan gen. Dalam penelitian ini, hati dan ginjal yang digunakan masing-masing sudah melalui enam modifikasi genetik.

Sejumlah gen tertentu dinonaktifkan, sementara gen lain ditambahkan agar organ tersebut lebih 'mirip manusia' dan diterima oleh tubuh penerima. Setelah organ dipasang, tim peneliti menganalisis fungsinya dan menemukan kinerja organ tersebut lebih mendekati fungsi organ manusia dibandingkan organ babi.

Menurut para peneliti, hasil ini menunjukkan fungsi dasar hati dan ginjal tidak terlalu bergantung pada spesies asal organ, serta menyoroti adanya kesamaan fisiologis dan kompatibilitas jaringan yang cukup besar antara sistem hati dan ginjal manusia dengan babi.

Jika teknologi ini terus disempurnakan dan diuji lebih lanjut, transplantasi hati dan ginjal babi pada manusia dinilai menjadi prosedur yang layak dilakukan di masa depan.

Ada Tanda Penolakan Usai Operasi

Peneliti menemukan adanya tanda-tanda penolakan organ sekitar 36 jam setelah operasi. Merkea berpendapat kondisi itu mungkin dapat diatasi dengan obat-obat khusus untuk mengurangi risiko penolakan jangka panjang.

Mereka menegaskan hasil ini masih berasal dari satu kasus saja, dan pengamatan hanya dapat dilakukan selama lima hari sesuai dengan keinginan keluarga pasien terkait proses pemakaman.

Walau begitu, para peneliti menulis studi ini memberikan dasar penting bagi pengembangan xenotransplantasi gabungan hati dan ginjal serta menjadi landasan untuk penelitian lanjutan pada lebih banyak kasus di masa depan. ***