Ketua TP PKK Siak Hadiri Advokasi Dukungan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun di Pekanbaru
RIAU24.COM - PEKANBARU – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah, menghadiri kegiatan Advokasi kepada Pemerintah Daerah dalam rangka Pemberian Dukungan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diselenggarakan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Jalan Gajah No. 21, Bambu Kuning, Pekanbaru, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sinergi dan komitmen pemerintah daerah guna mendukung implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.
Acara tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, serta lembaga terkait yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Siak Siti Sarifah menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan program pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, dukungan terhadap kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Siti Sarifah juga menilai peran keluarga sangat penting dalam memastikan anak-anak memperoleh hak pendidikan secara optimal. Melalui gerakan PKK, pihaknya terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sejak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah.
Kegiatan advokasi tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menyusun dan mengimplementasikan kebijakan yang mendukung perluasan akses pendidikan, menekan angka putus sekolah, serta meningkatkan partisipasi pendidikan bagi seluruh anak di daerah.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, program Wajib Belajar 13 Tahun diharapkan mampu menciptakan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.(Lin)