Melihat Kelompok yang Menjadi Sasaran Pemangkasan Makan Bergizi Gratis

Azhar 15 Jun 2026, 21:51
Ilustrasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sumber: Internet
Ilustrasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sumber: Internet

RIAU24.COM - Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari membeberkan kelompok yang terdampak pemangkasan penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN menyaringnya dengan melakukan pengereman atau refocusing daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), dikutip dari inilah.com, Senin 15 Juni 2026.

Langkah ini diambil guna memastikan intervensi pemenuhan gizi dari pemerintah jatuh ke tangan yang tepat.

"Jadi kalau kita menggunakan angka-angka penerima manfaat menurut RPJMN, itu kami exercise berapa nilainya, itu sedang kami exercise. Tapi tujuannya adalah bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai, tetapi penerima manfaatnya lebih fokus gitu," sebutnya.

Salah satu opsi efisiensi dilakukan dengan mengeliminasi kelompok siswa dari keluarga mampu. 

Dia mencontohkan pelajar SMP dan SMA kelas atas yang sudah memiliki uang saku melimpah setiap harinya sebagai kelompok yang tidak mendesak menerima bantuan ini.

"Mungkin yang uang saku anak-anaknya saja sudah Rp100 ribu, Rp200 ribu, mungkin yang high class itu tidak perlu lagi. Itu beberapa contoh, sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat. Itu yang terus kami exercise, tapi kami tidak menghilangkan esensi dari intervensi gizi yang dilakukan oleh pemerintah," sebutnya.

Dia juga menyebutkan berdasarkan surat bersama dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas, pagu indikatif awal untuk BGN pada tahun 2027 dipatok sebesar Rp270.201.499.678.000 (Rp270,2 triliun).

Tambahnya, poros utama dari seluruh rangkaian evaluasi BGN adalah menyisir data penerima terlebih dahulu.

Lalu beralih pada standarisasi infrastruktur dapur umum. 

"Tata letak dan alur memasak di dapur (flow of cooking) sangat menentukan mutu makanan yang disajikan kepada anak-anak," sebutnya.