Manfaatkan 135 Hektar Lahan, Produktif, Lapas Nusakambangan Dapat Apresiasi dari Titiek Sueharto

Dahari 22 Jun 2026, 13:02
Manfaatkan 135 Hektar Lahan, Produktif, Lapas Nusakambangan Dapat Apresiasi dari Titiek Sueharto
Manfaatkan 135 Hektar Lahan, Produktif, Lapas Nusakambangan Dapat Apresiasi dari Titiek Sueharto

RIAU24.COM - Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi terhadap transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian bagi warga binaan. 

Penghargaan itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke lokasi tersebut, Sabtu, 20 Juni 2026 didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto.
 
Dalam kunjungannya, Titiek meninjau berbagai program unggulan yang dijalankan, mulai dari pengolahan abu terbang dan abu dasar pembangkit atau Fly Ash Bottom Ash (FABA).

Selain itu, kegiatan pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja bidang konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya perikanan seperti tambak udang vaname dan pemeliharaan sidat.
 
“Saya dari Komisi IV mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada bapak Menteri beserta jajaran kementerian imigrasi dan pemasyarakatan. Semoga upaya ini dapat ditiru dan diterapkan di tempat lain,”ujar Titiek Suharto.
 
Titiek menambahkan bahwa Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan berisiko tinggi dengan citra yang menakutkan, kini berubah menjadi kawasan yang produktif dan bermanfaat. 

“Selama ini kita membayangkan seperti Alcatraz, ternyata setelah datang ke sini lingkungannya sangat tertata dan mampu menghasilkan berbagai produk yang berguna bagi masyarakat luas,” ujarnya.
 
Sementara, Menteri Agus Andrianto menyatakan bahwa segala masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang sudah berjalan.

Andrianto menjelaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan lahan-lahan kosong di seluruh lembaga pemasyarakatan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
 
“Akan segera menindaklanjuti segala arahan diberikan. Saat ini seluruh Lapas dan Rutan sudah memanfaatkan lahan yang tersedia untuk diolah, utamanya guna memenuhi kebutuhan pangan dilingkungan pemasyarakatan sendiri,” jelasnya.
 
"Hingga saat ini, kawasan Nusakambangan telah mengelola sekitar 135 hektare lahan menjadi wilayah produktif dan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha,"bebernya.

Transformasi ini sekaligus menjadi bukti komitmen lembaga pemasyarakatan untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta mempersiapkan warga binaan dengan memiliki keterampilan agar dapat berkontribusi positif saat kembali ke masyarakat.