Jangan Remehkan Strategi Politik Jokowi

Azhar 29 Jun 2026, 06:34
Presiden ke-7 Joko Widodo. Sumber: Internet
Presiden ke-7 Joko Widodo. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal menilai kasus dugaan ijazah palsu, termasuk penangguhan penahanan pakar telematika Roy Suryo dan ahli saraf Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, setelah ditangkap secara dramatis oleh Kepolisian, diyakini sebagai strategi politik Presiden ke-7 Joko Widodo.

Dia menduga perhatian yang dilakukan Jokowi terkait ke arah mana politik pemerintahan di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto, dikutip dari rmol.id, Senin 29 Juni 2026.

Termasuk wacana Prabowo-Gibran dua periode, bekerja mati-matian membesarkan PSI, dan safari politik se-Indonesia yang dimulai dari Lampung, juga sebagai strategi politik Jokowi lainnya.

"Manuver politik Gibran, yang sudah dimulai lebih dulu daripada blusukan Jokowi," ujarnya.

"Teriakan Ade Darmawan terhadap Prabowo dan Dasco soal penangguhan penahanan Roy-Tifa tak bisa dianggap teriakan Ade Darmawan semata. Bisa jadi itu juga teriakan seorang Jokowi," tambahnya.

Tambahnya, baik pihak Jokowi maupun pihak Prabowo yang mengatakan hubungan keduanya baik-baik saja di panggung depan, tapi di panggung belakang tidak ada yang tahu. 

"Teriakan Ade Darmawan terhadap Prabowo dan Dasco soal penangguhan penahanan Roy-Tifa tak bisa dianggap teriakan Ade Darmawan semata. Bisa jadi itu juga teriakan seorang Jokowi," ujarnya.