254 Hotspot Terdeteksi, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman Super El Nino

Lina 30 Jun 2026, 15:51
254 Hotspot Terdeteksi, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman Super El Nino
254 Hotspot Terdeteksi, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman Super El Nino

RIAU24.COM - SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya ancaman fenomena Super El Nino yang berpotensi memicu cuaca lebih kering dan memperbesar risiko kebakaran. Langkah yang dilakukan meliputi patroli terpadu, deteksi dini titik panas (hotspot), serta peningkatan kesiapsiagaan di 11 kecamatan rawan karhutla.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan kolaborasi seluruh pihak karena potensi kebakaran dapat terjadi di kawasan hutan, perkebunan, hingga lahan milik masyarakat.

"Karhutla tidak mengenal batas dan tidak bisa ditangani secara parsial. Yang diperlukan adalah kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang baik," ujar Syamsurizal saat memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla di Halaman Kantor Bupati Siak, Kompleks Perkantoran Tanjung Agung, Selasa (30/6/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah musim kemarau yang dipengaruhi fenomena Super El Nino.

"Kami meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kewaspadaan bersama sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini. Kepada seluruh petugas, pastikan personel dan peralatan selalu siap siaga apabila terjadi kebakaran," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengatakan fokus utama saat ini adalah memperkuat pencegahan melalui patroli rutin di wilayah rawan, optimalisasi sistem deteksi dini berbasis pemantauan hotspot, serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana di lapangan.

Menurutnya, BPBD bersama perusahaan, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan terus melakukan patroli terpadu dan verifikasi lapangan terhadap setiap titik panas yang terdeteksi.

"Kami akan terus melakukan patroli bersama perusahaan dan stakeholder, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana sehingga setiap potensi titik api dapat dicegah sejak dini," katanya.

Novendra menjelaskan, setiap data hotspot yang diterima tidak langsung dikategorikan sebagai kebakaran, melainkan segera diverifikasi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kampung, dan pihak kecamatan.

"Begitu menerima data hotspot, kami langsung turun ke lapangan bersama MPA, pemerintah kampung, dan kecamatan untuk memastikan kondisinya sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran," jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Siak hingga 29 Juni 2026, tercatat 254 titik hotspot dan 45 fire spot. Sebanyak 11 dari 14 kecamatan di Kabupaten Siak dipetakan sebagai wilayah rawan karhutla karena didominasi lahan gambut serta kawasan perkebunan masyarakat maupun perusahaan.

Perwakilan PT Arara Abadi, Lambok Pardede, menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan patroli bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait di wilayah Pusako serta Sungai Apit yang termasuk daerah rawan karhutla.

"Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan. Ke depan, pos mitigasi akan diperkuat agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.

Melalui sinergi pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat, Pemkab Siak berharap potensi karhutla selama musim kemarau dapat ditekan sehingga dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.(Lin)